Sunyi malam merajutku menjadi selendang ilusi
pada sayap-sayap malaikat
diantara bulu-bulunya yang putih
aku melayang menembus keheningan
aku melepas kosong
nyanyian senandung api berkobar dibumi
aku meghayati
lirih liriknya yang penuh duka
dan kusaksikan...
roh-roh dengan deraian air mata menyesali
kisah selanjutnya bagi darah mengalir
benarkah mereka akan menemukan waktu
yang layak untuk dinanti jaraknya
bagi hebatnya penderitaan.
De Supid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar